Perkembangan Kota Purwokerto

Dari tahun ke tahun setiap kota pasti berkembang walaupun sedikit. Nah, kalau kita lihat kota Purwokerto, kota ini berkembang cukup pesat mulai dari sektor ekonomi hingga tata kotanya.

Ada yang menganggap tidak ada perkembangan yang dihasilkan oleh bupati yang sekarang, Bapak Mardjoko. Bukanya saya pro dengan bupati yang sekarang, tetapi saya hanya melihat secara faktanya saja. Mari kita membahas masing-masing sektor yang tadi saya sebutkan diatas.

Mulai dari sektor EKONOMI. Walaupun masih banyak jumlah pengangguran di Kota Purwokerto, jumlahnya dibangding kota lain ini

Pembangunan Aston Hotel

masing lebih rendah. Untuk kedepannya mungkin bisa berkurang lagi dengan diusahakannya investasi besar-besaran yg akan dilakukan. Sedikit kita rasakan adalah adanya pembangunan hotel berbintang yaitu Aston  Hotel di jalan Overste Isdiman (Ovis). Walaupun pembangunan pabrik Bioethanol yang berkapasitas 400 liter/ hari belum terpenuhi. Tapi, bupati sedang mengusahakan mendatangkan investor-investor besar seperti yang baru-baru ini dikabarkan perusahaan Carrefour dan Giant berniat, tapi mereka dikabarkan akan mundur karena mahalnya harga tanah di Purwokerto. Bagaimana pendapat anda kanca-kanca ngapak?

Selanjutnya dari sektor TATA KOTA. Langkah-langkah yang diambil memang cukup kontroversial, salah satunya adalah menggabungkan jadi satu Alun-alun kota purwokerto yang semula terdiri dari 2 lapangan, tapi ada positifnya juga yaitu memindahkan semua PKL yg ada di sekitar alun-alun ke jalan

Maket RS elisabeth

Ragasemangsang sebelah kantor PLN. Jadi sekarang sudah tidak ada PKL di sekeliling alun-alun. Langkah selajutnya adalah rencana besar membangun ‘Kota Baru’ yang diperkirakan menghabiskan Rp 48 miliar untuk menunjang dan menambah  ketidak adaan infrastruktur, mengurangi kemacetan, dan mewaspadai meningkatnya jumlah penduduk. Kota baru tersebut akan dibangun mulai depan SMPN 1 Purwokerto ke selatan sampai jalan Gerilya. Nah, kalau yang sudah terlihat adalah pelebaran jalan di Jl Dr. Angka timur yang katanya hanya menambah panas saja. Tapi terlihat lebih rapih dan sepanjang jalan itu juga mulai terasa perkembangan ekonomi setelah dilebarkan, seperti Rumah sakit Elizabeth. Selanjutnya pembangunan gedung-gedung yang menambah indah kota, dan tak ketinggalan penggunaan lahan eks terminal menjadi taman kota Andhang Pangrengan yang cukup diminati masyarakat banyumas. Dan penataan pedagang Pasar wage ke lantai II yang berkesan menjadi lebih rapih.dan yang terakhir ada penataan komple Stasiun Purwokerto dan terminal baru yang besar.  Nha, priwe karo sing kiye masyarakat kota mendhoan?

Dari hal diatas, pantas saja kalau Purwokerto akan diusulkan menjadi Kota pengganti Jakarta sebagai Ibukota Negara walaupun keadaan geologi yang kurang mendukung untuk dibangunnya sarana seperti pelabuhan dan bandara …

About puguh3116

Music-Politic-Science-Language

Posted on April 24, 2011, in Knowledge and tagged . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. waluyo guoy

    weh … semuanya refrensi koran radar,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: